🧠Pendahuluan: Apakah
Kota Kita Membuat Kita Bahagia?
Bayangkan sebuah kota yang tidak hanya dipenuhi gedung
pencakar langit dan jalanan sibuk, tetapi juga taman hijau, jalur sepeda, ruang
publik yang ramah, dan komunitas yang saling mendukung. Apakah kota seperti ini
bisa membuat kita lebih sehat secara mental?
Pada tahun 2050, diperkirakan 68% populasi dunia
akan tinggal di perkotaan (PBB, 2022). Apa sebenarnya yang membuat
kota begitu menarik? Dan mengapa perkotaan menjadi kunci bagi masa depan
manusia?
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sebagian orang memilih
tinggal di Jakarta yang padat, sementara lainnya lebih suka hidup tenang di
Yogyakarta atau Malang? Faktanya, 56% penduduk Indonesia kini tinggal
di perkotaan (BPS, 2023), dengan pilihan antara kota besar
metropolitan dan kota kecil yang lebih santai.
Bayangkan berjalan di jalanan kota kuno Mesopotamia 5.000
tahun lalu, di mana rumah-rumah dari lumpur berdiri rapat dan pedagang
berteriak menawarkan barang di pasar terbuka. Kini, bandingkan dengan gemerlap
kota modern seperti Tokyo atau Dubai, dengan gedung pencakar langit,
transportasi canggih, dan teknologi yang mengatur alur kehidupan. Apa yang
membuat kota-kota ini berevolusi dari tumpukan batu sederhana menjadi pusat
inovasi global? Mengapa perkembangan perkotaan begitu penting bagi peradaban
manusia?
Tahukah Anda bahwa warga Jakarta hanya memiliki 0,04%
ruang terbuka hijau per kapita—jauh di bawah standar WHO sebesar 9 m²? Padahal,
penelitian terbaru The Lancet (2023) membuktikan: akses ke
ruang hijau mengurangi risiko kematian dini 16%, menurunkan tingkat
stres 30%, dan meningkatkan kualitas udara 40%.
“Kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang kita, kita
meminjamnya dari anak cucu kita.” — Pepatah Pribumi Amerika
Bayangkan sebuah kota yang hijau, bersih, nyaman, dan tetap
produktif secara ekonomi. Di mana transportasi umum efisien, udara segar, dan
masyarakat hidup harmonis. Apakah itu utopia? Tidak. Itu adalah gambaran dari
kota berkelanjutan.
“Kota yang baik bukan hanya tempat tinggal, tapi tempat
tumbuh.” — Nirwono Joga, Koordinator Kemitraan Kota Hijau
Di tengah krisis iklim, urbanisasi cepat, dan tekanan
sosial, muncul satu pertanyaan penting: bagaimana menciptakan kota yang tetap
nyaman, sehat, dan produktif untuk generasi mendatang? Jawabannya terletak pada
konsep kota berkelanjutan.
Abstrak:
Manajemen sampah di Kota Bekasi menjadi salah satu tantangan utama di tengah
pesatnya urbanisasi dan pertumbuhan penduduk. Volume sampah yang terus meningkat
serta keterbatasan infrastruktur pengelolaan sampah membuat Bekasi menghadapi
masalah lingkungan yang serius. Artikel ini akan membahas langkah-langkah
praktis yang bisa diambil untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di Kota
Bekasi, termasuk analisis permasalahan utama, studi kasus TPA Sumur Batu, serta
pembahasan solusi yang lebih berkelanjutan. Data terkini mengenai produksi
sampah di Kota Bekasi juga disertakan untuk memberikan gambaran yang jelas
tentang kondisi saat ini.
Kata Kunci:
Manajemen sampah, Bekasi, pengelolaan sampah, TPA Sumur Batu, daur ulang,
sampah organik, pemilahan sampah
Abstrak:
Kota Semarang, sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah, sering menghadapi masalah
air seperti banjir dan krisis air bersih. Letak geografis yang berada di
pesisir serta urbanisasi yang pesat memperburuk kerentanan terhadap perubahan
iklim. Artikel ini membahas strategi pengelolaan sumber daya air di Semarang,
termasuk sistem drainase, infrastruktur hijau, serta pemanfaatan air hujan,
untuk menciptakan solusi berkelanjutan dalam mencegah krisis air dan banjir.
Dengan studi kasus kebijakan pemerintah kota, artikel ini menawarkan pendekatan
praktis dan inovatif untuk pengelolaan air yang efisien di Semarang.
Kata Kunci:
Pengelolaan air Semarang, krisis air, banjir perkotaan, drainase, infrastruktur
hijau, pemanfaatan air hujan, perubahan iklim
Abstrak:
Kota Bandung, sebagai salah satu pusat urbanisasi di Indonesia, menghadapi
berbagai tantangan lingkungan akibat pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang
pesat. Polusi udara, manajemen sampah yang tidak optimal, serta kekurangan
ruang terbuka hijau menjadi isu utama. Artikel ini membahas langkah-langkah
strategis dalam mengelola Kota Bandung secara berkelanjutan, mulai dari
perbaikan infrastruktur hijau hingga pengelolaan sampah dan transportasi ramah
lingkungan. Dengan studi kasus kebijakan ramah lingkungan yang telah berhasil
diterapkan, artikel ini memberikan panduan konkret dalam mewujudkan Bandung
sebagai kota yang lebih hijau dan nyaman bagi warganya.
Kata Kunci:
Kota Bandung, kota berkelanjutan, ramah lingkungan, infrastruktur hijau,
pengelolaan sampah, polusi udara, transportasi hijau
Terisi merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Kecamatan Terisi akan menjadi bagian dari Kabupaten Indramayu Barat yang proses Calon Persiapan Daerah Otonomi Baru (CPDOB) sedang berjalan. Berikut video suasana Kecamatan Terisi yang bersumber dari Indramayu Channel :
Oleh : Atep Afia Hidayat - Terisi masih berstatus sebagai salah satu dari 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Beberapa catatan mengenai Trisi: Merupakan kecamatan yang wilayahnya paling luas di Kabupaten Indramayu yaitu 177,59 km2, sekitar 8,46 persen dari luas Kabupaten Indramayu (2.099,42 km2). Ternyata lebih luas dari wilayah Kota Bandung (167,67 km2). Kecamatan Trisi meliputi sembilan desa, ada satu desa dengan luas wilayah 72,71 km2 (sekitar 41,72 persen dari luas Kecamatan Trisi), yaitu Desa Cikawung. Ternyata Desa Cikawung memiliki wilayah yang jauh lebih luas jika dibandingkan dengan Kota Cirebon (37,36 km2).
Kota Luwuk masih berstatus kecamatan dan menjadi ibukota Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Kota dengan luas wilayah 72,82 km2 dan berjarak 610 km arah timur Kota Palu tersebut, menjadi pusat pertumbunan bagi 22 kecamatan di sekitarnya. Bahkan menjadi kota penting bagi sebagian masyarakat yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut. Pada tahun 2020 Kota Luwuk berpenduduk sebanyak 34.849 dan Kabupaten Banggai secara keseluruhan mencapai 362.275 jiwa (BPS Kabupaten Banggai, 2021). Di Kota Luwuk terdapat beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Tompotika Luwuk, Universitas Muhammadiyah Luwuk dan AMIK Luwuk.
Kabupaten Morowali Utara memiliki luas wilayah 10.004,28 km2 atau sekitar 16,18 persen dari luas Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan merupakan kabupaten paling luas di Provinsi Sulteng. Ternyata lebih luas dari Provinsi Banten di Pulau Jawa (9.663,00 km2). Ibukota Kabupaten Morowali Utara berlokasi di Kelurahan Kolonodale, Kecamatan Petasia. Berikut video mengenai Kota Kolonodale dan Kabupaten Morowali, yang bersumber dari Channel YouTube Dinas Kominfo Morowali Utara :
Kota Kolonodale berstatus kelurahan yang ada di Kecamatan Petasia, saat ini menjadi lokasi pusat pemerintahan Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah. Kelurahan Kolonodale memiliki luas wilayah 30,57 km2, dengan jumlah penduduk pada tahun 2019 sebanyak 4.750 jiwa (BPS Kab Morowali Utara, 2020). Berikut pemandangan udara Kota Kolonodale yang bersumber dari Channel YouTube Rusli Milanisti :
Saksikan juga video wisata Kolonodale dan daerah Morowali Utara lainnya dari Channel YouTube Rusli Milanisti:
Oleh; Atep Afia Hidayat - Kabupaten Morowali Utara merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Morowali tahun 2013. Sedangkan Kabupaten Morowali resmi menyandang status daerah otonom tahun 1999, dengan daerah induk Kabupaten Poso. Sebagai catatan Kabupaten Poso sendiri sudah resmi berdiri sejak tahun 1959. Kabupaten Morowali Utara memiliki luas wilayah 10.004,28 km2 atau sekitar 16,18 persen dari luas Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan merupakan kabupaten paling luas di Provinsi Sulteng. Ternyata lebih luas dari Provinsi Banten di Pulau Jawa (9.663,00 km2).
Oleh : Atep Afia Hidayat - Kabupaten Morowali terletak di bagian paling selatan (tenggara) wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Kalau bagian paling utara ialah Kabupaten Boul dan Kabupaten Tolitoli. Nama Kabupaten Morowali sangat terkenal, sering masuk dalam peberitaan nasional. Daerah otonom yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Posi tersebut resmi berdiri pada tahun 1999, memiliki luas wilayah 3.037,04 km2 (hampir sama dengan luas Kabupaten Garut di Jawa Barat, yaitu 3.074,07 km2).
Oleh : Atep Afia Hidayat - Tinangkung merupakan salah satu dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng); Sedangkan Salakan merupakan satu-satunya kelurahan yang ada di Kecamatan Tinangkung. Selain terdiri dari satu kelurahan, Kecamatan Tinangkung juga meliputi 10 desa.
Di Kelurahan Salakan berlokasi pusat pemerintahan Kabupaten Bangkep, dengan demikian menjadi pusat pertumbuhan untuk 12 kecamatan, tiga kelurahan dan 141 desa yang ada di Kabupaten Bangkep. Dengan demikian, pusat pertumbuhan sosial dan ekonomi tersebut akan melebar tidak hanya di Kelurahan Salakan, namun ke 10 desa lainnya yang ada di Kecamatan Tinangkung.
Oleh : Atep Afia Hidayat - Kota Banggai berstatus sebagai ibukota Kabupaten Banggai Laut, sebuah daerah otonom yang baru terbentuk pada tahun 2013, sebagai hasil pemekaran wilayah dari Kabupaten Banggai Kepulauan. Wilayah Kabupaten Banggai Laut dikelilingi dan dibatasi oleh Laut Maluku dibagian timur (tidak jauh dari wilayah Kabupaten Taliabu, Provinsi Maluku Utara); Laut Banda di bagian selatan dan barat; serta bagian utara merupakan wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan dengan Pulau Peleng sebagai pulau terbesarnya (2.406 km2, sekitar 97 persen dari luas Kabupaten Banggai Kepulauan). Kabupaten Banggai Laut meliputi 159 pulau.
Kabar Pamekasan merupakan salah satu media massa dalam jaringan (Daring/online) yang menyajikan informasi aktual seputar Kota Pamekasan dan kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Pamekasan. Tersedia Rubrik atau Katagori Berita, Hukum, Ekonomi, Kesehatan, Pemerintahan, Pendidikan dan Politik. Media dengan tagline Rujukan Informasi Pamekasan tersebut dapat dikunjungi melalui https://kabarpamekasan.com/. Kunjungi juga jaringan media Kabarmadura.id, Kabar Bangkalan,Kabar Sampang, Kabar Sumenep, KM Sport, Desa Bergerak,Gerbang Salam .
Sebagaimana kota-kota sedang berkembang lainnya, Pamekasan yang saat ini masih berstatus kecamatan dan direncanakan bersama empat kecamatan di sekitarnya (Pademawu, Larangan, Tlanakan dan Galis) akan membentuk kota otonom, sudah memiliki perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di wilayahnya, di antaranya Universitas Islam Madura (UIM) yang beralamat di Jalan Pondok Pesantrean Miftahul Ulum, Bettet, Pamekasan.
Sebagaimana kota-kota lain yang sedang berkembang di Indonesia, Pamekasan sebagai salah satu kota terbesar di Pulau Madura (yang sedang dipersiapkan menjadi kota otonom), memiliki beragam media massa sebagai sarana informasi dan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat, masyarakat dengan masyarakat, termasuk dengan masyarakat Kota Pamekasan yang ada di perantauan, baik di dalam maupun luar negeri. Salah satu media online (media massa dalam jaringan) yang ada di Kota Pamekasan ialah PAMEKASAN HEBAT (https://pamekasanhebat.com/), antara lain dilengkapi katagori/rubrik Mimbar Peristiwa, Mimbar Politik, Mimbar Ekonomi, Spektrum dan KIM (Kelompok Informasi Masyarakat).
Berikut ini data dan alamat kantor media massa yang ada di Kabupaten Pamekasan :
Oleh : Atep Afia Hidayat - Ternyata setelah melewati masa 75 tahun kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, di Pulau Madura belum ada satu kota pun yang berstatus kota otonom, baru ada empat kabupaten otonom. Sebagai catatan, selain kota otonom dikenal juga adanya kota administratif (Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Timur), serta kabupaten administratif (Kabupaten Kepulauan Seribu). Berbeda dengan kondisi di pulau ukuran sedang lainnya, pemekaran wilayah di Pulau Madura relatif tertinggal.
Oleh : Atep Afia Hidayat - Pulau Sumbawa (dan pulau-pulau di sekitarnya) yang memiliki luas wilayah 15.424,05 km2 dan berpenduduk sebanyak 1.561.461 jiwa (BPS Provinsi Nusa Tenggara Barat, 2021), bersama Pulau Lombok dan sekitarnya merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Sekitar 29,35 persen penduduk Provinsi NTB bermukim di Pulau Sumbawa, sedangkan luas Pulau Sumbawa sekitar 76,64 persen dari luas Provinsi NTB. Di Pulau Sumbawa terdapat lima daerah otonom, meliputi empat kabupaten dan satu kota. Komposisinya sama dengan yang ada di Pulau Lombok. Kelima dearah otonom di Pulau Sumbawa berturut-turut Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.
Labakkang merupakan salah satu dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Berdasarkan data kependudukan tahun 2020 (BPS Kab Pangkep, 2021), jumlah penduduk Kecamatan Labakkang mencapai 51.616 jiwa, lebih banyak dari jumlah penduduk Kecamatan Pangkajene yang merupakan ibukota kabupaten (48.656 jiwa).
Kota Bma merupakan sebuah kota otonom sekaligus merupakan kota terbesar di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kota Bima menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, sosial, politik, pendidikan dan beragam sektor lainnya bagi daerah otonom sekitar seperti Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Kota Bima memilikil luas wilayah 222,25 km2, terbagi dalam lima kecamatan dan 41 desa/kelurahan. Jumlah penduduknya pada tahun 2020 (BPS Provinsi NTB, 2021) mencapai 155.140 jiwa, berarti terdapat rata-rata 698 jiwa dalam setiap km2 wilayah kota. Berikut daftar Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kota Bima, tersebar di lima kecamatan :
Kota Padangsidimpuan memiliki fasilitas pendidikan yang cukup lengkap, bahkan hingga jenjang pendidikan tinggi, sudah tersedia Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Berikut daftar Madrasah Aliyah (SMA), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di enam kecamatan yang ada :
Universitas Aufa Royhan merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Padangsidimpuan; dan salah satu dari 216 PTS yang ada di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara. Tentu saja UNAR menjadi salah satu kebanggan masyarakat Kota Padangsidimpuan yang berjumlah lebih dari 225 ribu jiwa, juga menjadi tujuan melanjutkan studi bagi generasi muda yang ada di kabupaten-kabupaten sekitar Kota Padangsidimpuan, seperti Tapanulis Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara dan Mandailing Natal.
Kota Padangsidimpuan memiliki kampus negeri yatu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan. PTN ini sudah berdiri sejak tahun 1997 berlokasi di Jalan Tengku Rizal Nurdin Km. 4, Sihitang, Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, dengan Kode Pos 22733.
Pada Semester Genap 2020/2021 kampus ini memiliki 8.291 mahasiswa, tersebar di lima fakultas (Ekonomi dan Bisnis Islam, Syariah dan Ilmu Hukum, Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Dakwah dan Ilmu Komunikasi, serta Pasca Sarjana. Kelima fakultas tersebut meliputi 28 Program Studi S1 dan tiga Program Studi S2. Program Studi yang paling banyak mahasiswanya berturut-turut: Pendidikan Agama Islam S1, Ekonomi Syariah S1 dan Perbankan Syariah S1, sekitar 51,30 persen mahasiswa IAIN Padangsidimpuan kuliah ditiga program studi paling favorit tersebut.
Mendengarkan radio masih menjadi kebiasaan dan gaya hidup banyak orang, termasuk di Kota Padangsidimpuan. Radio 106.6 KIIS FM Padang Sidimpuan menyajikan informasi dan hiburan yang menarik untuk masyarakat kota tersebut, dan siapapun serta di manapun melalui (klik saja) KIIS FM Padangsidimpuan. Untuk websitenya silahkan kunjungi http://www.kiispadangsidimpuan.com/ .
Setiap kota memiliki sejarah masing-masing. Kota Padangsidimpuan didirikan pada tahun 1821, bermula dari pembangunan benteng oleh pasukan Paderi yang dipimpin Tuanku Imam Lelo. Sebagai catatan Perang Paderi berlangsung mulai tahun 1803 sampai 1838, berlangsung di sekitar Kerajaan Pagaruyung. Tanah Minang berbatasan langsung dengan Tanah Mandailing, sehingga perang tersebut berdampak pada situasi dan kondisi di kedua wilayah tersebut. Dalam hal ini pengaruh pasukan Paderi berdampak pada agama yang dianut oleh mayoritas penduduk Kota Padangsidimpuan, yaitu lebih dari 90 persen beragama Islam. Untuk menjelajahi informasi aktual Kota Padangsidimpuan, silahkan kunjungi portal Pemerintah Kota (Pemko) : https://web.padangsidimpuankota.go.id/ .
Padangsidimpuan merupakan salah satu kota otonom di Provinsi Sumatera Utara, sekaligus merupakan kota terbesar di Tapanuli Selatan. Sebagai catatan, kawasan Tapanuli Selatan meliputi empat kabupaten dan satu kota, yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal (akan dimekarkan dengan "menghasilkan" daerah otonomi baru Kabupaten Pantai Barat Mandailing), Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara, dan Kota Padangsidimpuan. Keempat kabupaten dan satu kota tersebut direncanakan membentuk Provinsi Sumatera Tenggara, dengan ibukotanya di Padangsidimpuan. Sekitar 90,48 persen penduduk Kota Padangsidimpuan beragama Islam. Berikut foto-foto 90 masjid (Sumber Channel YouTube Syarif Hidayat Matondang :
Kota Banda Aceh berada di ujung barat Pulau Sumatera dikelilingi wilayah Kabupaten Aceh Besar. Perkembangan kota otonom yang pernah terdampak bencana Tsunami 2004 tersebut makin pesat. Ada yang ingin berkunjung ke sana, atau warga kota Banda Aceh yang ada diperantauan ingin mengikuti perkambangan terkini. Silahkan gabung dan mengudara melalui (klik) : Serambi FM.
Oleh : Atep Afia Hidayat - Dinamika pemekaran wilayah di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam cenderung lebih dinamis jika dibandingkan dengan provinsi lainnya, bahkan sedang berproses untuk pemekaran wilayah Provinsi NAD menjadi tiga provinsi, yaitu dengan adanya Calon Daerah Otonomi baru (CDOB) Provinsi Aceh Leuseur Antara (ALA) dan Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS). Hal tersebut sangat layak diwujudkan supaya pengelolaan Sumberdaya Manusia (SDM) dan Sumberdaya Alama (SDA) lebih efektif dan efisien. Dalam hal ini Provinsi NAD memiliki SDA yang berlimpah dengan kualitas SDM yang makin membaik.
Oleh : Atep Afia Hidayat - Aceh Tenggara merupakan kabupaten terluas keempat di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), yaitu setelah Aceh Timur, Gayo Lues dan Aceh Tengah. Luas wilayah Kabupaten Aceh Tenggara mencapai 4.242,04 km2 meliputi 16 kecamatan dan 385 desa. Pada tahun 2020 jumlah penduduk Kabupaten Aceh Tenggara sebanyak 220.860 jiwa. Sekitar tahun 2015 muncul gagasan untuk memekarkan Kabupaten Aceh Tenggara dengan membentuk Kota Kutacane.
Oleh : Atep Afia Hidayat - Kabupaten Banyumas sebenarnya bukan merupakan daerah otonom dengan jumlah penduduk terbanyak di Jawa Tengah, begitu pula bukan merupakan daerah yang paling luas wilayahnya. Daerah yang paling banyak penduduknya ialah Kabupaten Brebes, diikuti Kabupaten Cilacap, dan Banyumas menempati posisi ketiga. Untuk aspek luas wilayah Kabupaten Banyumas hanya menempati peringkat ke tujuh, yaitu setelah Kabupaten Cilacap, Grobogan, Brebes, Blora, Pati dan Wonogiri.
Sebuah kota dengan status kecamatan berpenduduk sebanyak 54.145 jiwa (tahun 2020), dengan luas wilayah 24,35 km2, sehingga kepadatan penduduknya 2.225 jiwa per km2, terletak di sebelah selatan Kota Banda Aceh. Apakah nama kota tersebut ? Darul Imarah. Kota tersebut merupakan salah satu penyangga perkembangan Kota Banda Aceh yang berstatus sebagai ibukota Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).
Meulaboh merupakan salah satu kota di pantai barat Pulau Sumatera yang berukuran "relatif besar", yaitu setelah Padang (Provinsi Sumatera Barat), Bengkulu (Provinsi Bengkulu) dan Sibolga (Provinsi Sumatera Utara). Adapun ketiga kota tersebut sudah berstatus kota otonom, bahkan Padang dan Bengkulu berkedudukan sebagai ibukota provinsi.
Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau memiliki kedudukan yang strategis, terutama karena memiliki kawasan perbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru. Wilayah Kecamatan Tambang pun dilalui Jalan Raya Pekan Baru Bangkinang.
Pada tahun 2020 jumlah penduduk Kecamatan Tambang (sebanyak 98.939 jiwa) menempati peringkat ketiga di Kabupaten Kampar, yaitu setelah Kecamatan Siak Hulu (102.886 jiwa) dan Tapung (101.524 jiwa). Ketiga kecamatan tersebut berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru, sehingga menjadi kawasan penyangga ibukota Provinsi Riau tersebut. Kecamatan Bangkinang Kota sendiri yang menjadi ibukota Kabupaten Kampar hanya berpenduduk sebanyak 37.247 jiwa.
Di wilayah Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru saat ini sudah berdiri banyak kawasan perumahan, seperti Perumahan Graha Bangun Permai, Puri Indah Kualu, Mahkota Riau 1, Kualu Berkah Indah, Bumi Kualu Damai 1, Kubang Raya, dan sebagainya.
Berikut pemandangan Kota Tambang (Sumber : Channel Youtube Drone Malala);
Kecamatan Tambang merupakan salah
satu dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Perkembangan Kota Tambang tidak terlepas dari kemajuan Kota Pekanbaru sebagai
ibukota Provinsi Riau, yang berbatasan secara langsung. Wilayah Kota Pekanbaru
dikeliling oleh beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar, selain
Kecamatan Tambang, berikutnya ialah Kecamatan Tapung Hilir, Tapung dan Siak
Hulu. Dengan demikian beberapa kecamatan tersebut secara langsung menjadi
kawasan penyangga Kota Pekanbaru di sebelah selatan, barat daya dan barat.
Kali ini penelusuran kota-kota sampai di wilayah Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Ponorogo meliputi 21 kecamatan, salah satu di antaranya Sawoo. Kecamatan Sawoo memiliki luas wilayah 124,71 km2, merupakan kecamatan terluas ketiga di Kabupaten Ponorogo, yaitu setelah Kecamatan Ngrayun dan Pulung.
Jember merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang meliputi 31 kecamatan. Berdasarkan catatan sejarah di Kabupaten Jember pernah terbentuk Kota Administratif Jember yang meliputi lima kecamatan (antara lain Sumbersari, Patrang dan Kaliwates, sebagai hasil pemekaran wilayah Kecamatan Jember, dua kecamatan lainnya yaitu Pakusari dan Sukorambi) Dengan demikian, jika berhasil terbentuk Kota Otonom Jember, wilayahnya kemungkinan akan meliputi lima kecamatan tersebut. Pusat keramaian Kota Jember terutama berada di Kecamatan Kaliwates yang meliputi tujuh kelurahan. Berikut pemandangan Kota Jember dari udara (Sumber : Channel YouTube Raja Drone ID):
Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang ada di bagian selatan Provinsi Jawa Timur, meliputi 21 kecamatan, dengan pusat pemerintahan dan ekonomi terletak di Kecamatan Lumajang. Berikut pemandangan Kota Lumajang (Sumber : Channel YouTube Raja Drone ID):
Pacitan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Pusat kota Pacitan meliputi Kecamatan Pacitan yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia. Berikut tembang "Pacitan Kota Kenangan" yang cukup menghibur, menggambarkan bagaimana potensi wisata Pacitan (Sumber : Channel YouTube Gondhez Pacitan OFFICIAL):
Munjungan juga merupakan salah satu dari 11 desa yang ada di Kecamatan Munjungan. Salah satu prestasi desa tersebut dibidang teknologi informasi ialah sudah dikembangkannya website desa dengan alamat (URL) https://desa-munjungan.trenggalekkab.go.id/first. Konten website antara lain mengenai Profil Desa, Pemerintahan Desa, Lembaga Masyarakat Desa, Data Desa, dan sebagainya.
Munjungan sebagai salah satu dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur memiliki pusat pemerintahan di Desa Munjungan yang berpenduduk lebih dari 7.000 jiwa (tahun 2019). Berikut pemandangan Kota Munjungan (https://goo.gl/maps/1BrE5uQEV2zZKCuH9) :
Sedangkan pemandangan melalui drone dapat dilihat melalui (Sumber : Channel YouTube Kangmas Koko):
Memasuki penelusuran kota ke 992, kali ini memaparkan salah satu kota kecamatan di Kabupaten Trenggalek, Munjungan. Lantas apa kelebihan atau keistimewaan kecamatan yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia tersebut?
Prabumulih merupakan salah satu kota terkaya di Pulau Sumatera, potensi sumberdaya alam cukup bergelimang di wilayah kota ini, mulai dari pertambangan (Migas), perkebunan, pertanian hortikultura, pertanian tanaman pangan dan sebagainya. Berikut tayangan video yang bersumber dari Channel Youtube Mang Dayat :
Situs resmi Kota Prabumulih dapat diakses melalui link kotaprabumulih.go.id. Di laman homepage terdapat menu (rubrik) : Profil Kota; Selayang Pandang; Potensi Daerah, dan sebagainya.
Prabumulih merupakan salah satu kota yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, memang belum seterkenal Palembang. Kota Prabumulih pada tanggal 17 Oktober 2021 ini akan memasuki usia 21 tahun, masih relatif muda untuk ukuran sebuah kota. Sebagai gambaran Kota Palembang pada tanggal 17 Juni 2021 ini akan memasuki usia 1.338 tahun. Ya, Palembang memang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia.