Kamis, 29 Agustus 2013

Sejarah Kota Banda Aceh

Sumber : www.bandaacehkota.go.id

Situs Sejarah

Prastasti Neuseu

Prastasti ini di temukan pertama sekali di pagar sebuah Langgar Neusu Aceh Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh berbentuk "Yopa" berbahasa Tamil kuno berasa dari abad ke 11 Masehi. Parastasti ini di temukan pada tanggal 3 Desember 1990 oleh Ibrahim Kaoy Jabatan sebagai Kakanwil Depdikbud Aceh, Prastasti ini disebut Prastasti Bersurat karena banyak guratan-guratan kecil dan memenuhi batu prastasti itu, mengenai isi dari pesan yang tertulis di batu ini sampai sekarang belum ada data terjemahannya. Prastasti ini bisa menjadi bukti bahwa sebelum kerajaan islam ada di Banda Aceh telah ada beradaban lain atau kerajaan lain yang beragama hindu dan budha.

Sultan Iskandar Muda (Sultan Kerajan Aceh)

Zaman keemasan kerajaan Aceh dulu terjadi pada Pemerintahan Sultan Iskandar Muda, beliau adalah keturunan dari dua dinasti yaitu Dinasti Mahkota Alam dan Dinasti Darul-Kamal, ibunya Putri Raja Indra Bangsa / Paduka Syah Alam dan bapak bernama Mansur Syah, tanggal kelahiran Sulatan Iskandar Muda belum di ketahui secara pasti tapi menurut hikayat, Putri Raja Indra Bangsa memerintah pada tahun 1579 sampai 1586 hamil beberapa waktu setelah menikah, dan juga cerita dari Best pada tahun 1613 umur sultan 32 tahun berarti dapat di kira-kira sultan lahir pada tahun 1583, ada juga versi di makam pusara beliu tertulis tahun kelahiran 1590, Sultan Iskandar Muda memerintah tahun 1607-1636.


Gunongan

Dinamakan Gunongan karena bentuknya menyurupai gunung, ditengah tengahnya terdapat menara dan sebuah gua yang di kapur seperti perak, Sultan Aceh mendirikan bangunan itu untuk permaisurinya Putro Phang (Anak Sultan Johor) yang rindu kampung halamanya, tepat ini digunakan juga untuk bersenang-senang dan bermain Putro Phang dan disebut Taman Sari Gunungan dan Kandang.


Kandang


Kandang adalah tempat pemakaman raja-raja, yang bertempat di kawasan keraton dan museum Aceh dan Gampong Pande.


Pinto Khop

Pintoe Khop merupakan salah satu pintu yang menghubungkan istana (Meuligoe) dengan Taman Putroe Phang yang berbentuk kubah. Pintoe Khop ini merupakan tempat peristirahatan Putroe Phang.


Istana

Pada Zaman Snouck Hurgronje Istana itu Bertempat di tengah-tengah kota dan menjadi inti daerah dengan nama Banda Aceh yang di kelilingi gampong-gampong sepertih Gampong Pande, Gampong Jawa, Gampong Peunayong dan dst lain, Banda itu sendiri barasal dari kata Parsi yaitu bandar (Pelabuhan).Sebuah Gambar an oleh Beaulieu, pintu tempat-tempat masuk menuju istana kelilingnya lebih dari setengah mil (kira-kira 2 Kilometer) berbentuk hampir bulat bujur dan sekelilingnya ada parit yang dalamnya 25 sampai 30 kaki (10 m) dan sama lebar, agak sukar dilalalui terjal dan penuh semak, tidak terdapat dinding pertahanan dan benteng-benteng di sekeliling istana, dibagian dalam pelataran-pelataran dan bangunan-bangunan mengalir sungai kecil dibawahnya, itu masih bisa terlihat sampai sekarang krueng Daroi itu yang mengalir dari selatan membelah Kraton (Pendopo Gubernur) lalu bermuara ke Krueng Aceh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.