Sabtu, 31 Agustus 2013
Daftar Kampus Di Kota Ternate
Daftar Kampus Di Kota Ternate
Universitas Khairun
Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
STKIP Kie Raha
Sekolah Tinggi Pertanian Labuha
Daftar Kampus Di Kota Jayapura
Sumber : www.kopertis12.or.id
Daftar Kampus Di Kota Jayapura
Universitas Cendrawasih
Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura
Universitas Yapis Papua
STIE Ottow & Geissler Jayapura
STISIP Silas Papare Jayapura
Daftar Kampus Di Kota Jayapura
Universitas Cendrawasih
Universitas Sains Dan Teknologi Jayapura
Universitas Yapis Papua
STIE Ottow & Geissler Jayapura
STISIP Silas Papare Jayapura
Daftar Kampus Di Ambon
Sumber : www.kopertis12.or.id
Daftar Kampus Di Kota Ambon
Universitas Pattimura
Universitas Darussalam Ambon
Universitas Kristen Indonesia Maluku
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Trinitas
STIA Abdul Azis Kataloka
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Manajemen Rutu Nusa
Daftar Kampus Di Kota Ambon
Universitas Pattimura
Universitas Darussalam Ambon
Universitas Kristen Indonesia Maluku
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Trinitas
STIA Abdul Azis Kataloka
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Manajemen Rutu Nusa
Daftar Kampus Di Kota Sorong
Sumber : www.kopertis12.or.id
Daftar Kampus Di Kota Sorong :
Universitas Muhammadiyah Sorong
Universitas Kristen Papua
Universitas Victory Sorong
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bukit Zaitun Sorong
STKIP Muhammadiyah Sorong
Daftar Kampus Di Kota Sorong :
Universitas Muhammadiyah Sorong
Universitas Kristen Papua
Universitas Victory Sorong
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bukit Zaitun Sorong
STKIP Muhammadiyah Sorong
Mesjid Di Kota Sorong
Masjid Di Kota dan Kabupaten Sorong
Masjid Raya Al Akbar Kota Sorong
Masjid Raya Al Akbar adalah sebuah masjid yang berada di kota Sorong Provinsi Papua Barat. Masjid ini terletak di tengah kota yang beralamat tepat di Jalan Ahmad Yani No 40 kota Sorong. Di komplek masjid ini juga terdapat ruang pertemuan yang bernama Al Akbar Convetion Center. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Sorong dan selalu dipadati oleh jamaah Islam.
Peta Kota Sorong
Kota Sorong merupakan kota yang terbesar di Provinsi Papua Barat sekaligus menjadi pintu gerbang bagi provinsi tersebut. Kota Sorong dikenal sebagai kota minyak, kota industri, kota pelabuhan, kota perdagangan dan jasa. Luas Kota Sorong mencapai 1.105 km2 dengan jumlah penduduk lebih dari 190 ribu jiwa. Kota Sorong terbagi dalam 6 kecamatan (distrik).
View Larger Map
View Larger Map
Wilayah Kota Sorong
Sumber : www.sorongkota.go.id
Kondisi Geografis Daerah
Letak Geografis
Secara Geografis Kota Sorong terletak pada posisi antara 131º 15’ Bujur Timur dan 0º 54’ Lintang Selatan dengan ketinggian 3 meter dari permukaan laut. Letak Kota Sorong sangat strategis jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat, karena berada pada posisi paling barat dan merupakan pintu masuk dari wilayah Indonesia bagian barat ke Propinsi Papua Barat. Selain itu Kota Sorong juga merupakan kota persinggahan bagi pengunjung dan wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke arah utara dan arah selatan ke Kota/Kabupaten lain serta ke ibukota Propinsi Papua Barat yang terletak paling ujung sebelah timur Propinsi Papua Barat.
Kondisi Geografis Daerah
Letak Geografis
Secara Geografis Kota Sorong terletak pada posisi antara 131º 15’ Bujur Timur dan 0º 54’ Lintang Selatan dengan ketinggian 3 meter dari permukaan laut. Letak Kota Sorong sangat strategis jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat, karena berada pada posisi paling barat dan merupakan pintu masuk dari wilayah Indonesia bagian barat ke Propinsi Papua Barat. Selain itu Kota Sorong juga merupakan kota persinggahan bagi pengunjung dan wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke arah utara dan arah selatan ke Kota/Kabupaten lain serta ke ibukota Propinsi Papua Barat yang terletak paling ujung sebelah timur Propinsi Papua Barat.
Sejarah Kota Sorong
Sumber : www.sorongkota.go.id
Nama Sorong berasal dari kata SOREN dalam bahasa Biak Numfor yang berarti laut yang terdalam dan bergelombang, kata Soren digunakan pertama kali oleh suku Biak Numfor yang berlayar pada zaman dahulu dengan perahu-perahu layar dari satu pulau ke pulau yang lain hingga tiba dan menetap di kepulauan Raja Ampat.
Nama Sorong berasal dari kata SOREN dalam bahasa Biak Numfor yang berarti laut yang terdalam dan bergelombang, kata Soren digunakan pertama kali oleh suku Biak Numfor yang berlayar pada zaman dahulu dengan perahu-perahu layar dari satu pulau ke pulau yang lain hingga tiba dan menetap di kepulauan Raja Ampat.
Kota Parepare
Melalui tayangan video berikut dapat disaksikan sekilas pandang mengenai Kota Parepare yang merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Sulawesi Selatan setelah Makassar.
Peta Kota Parepare
Peta Wilayah Administratif Kota Parepare
Parepare merupakan sebuah kota yang cukup terkenal di Provinsi Sulawesi Selatan, wilayahnya berbatasan langsung dengan Teluk Parepare dan Selat Makassar, sehingga merupakan kota pesisir atau kota pantai. Kota Parepare merupakan tempat kelahiran salah satu tokoh penting Indonesia, yaitu BJ Habibie (Presiden RI Ke 3). Luas Kota Parepare sekitar 99 km2, dengan jumlah penduduk sekitar 140 ribu jiwa.
View Larger Map
Parepare merupakan sebuah kota yang cukup terkenal di Provinsi Sulawesi Selatan, wilayahnya berbatasan langsung dengan Teluk Parepare dan Selat Makassar, sehingga merupakan kota pesisir atau kota pantai. Kota Parepare merupakan tempat kelahiran salah satu tokoh penting Indonesia, yaitu BJ Habibie (Presiden RI Ke 3). Luas Kota Parepare sekitar 99 km2, dengan jumlah penduduk sekitar 140 ribu jiwa.
View Larger Map
Sejarah Kota Parepare
Sumber : www.pareparekota.go.id
Diawal perkembangannya dataran tinggi yang sekarang ini, yang disebut Kota Parepare, dahulunya adalah merupakan semak-semak belukar yang diselang-selingi oleh lubang-lubang tanah yang agak miring tempat tumbuhnya semak-semak tersebut secara liar dan tidak teratur, mulai dari utara (Cappa Ujung) hingga ke jurusan selatan kota. Kemudian dengan melalui proses perkembangan sejarah sedemikian rupa dataran itu dinamakan Kota Parepare.
Diawal perkembangannya dataran tinggi yang sekarang ini, yang disebut Kota Parepare, dahulunya adalah merupakan semak-semak belukar yang diselang-selingi oleh lubang-lubang tanah yang agak miring tempat tumbuhnya semak-semak tersebut secara liar dan tidak teratur, mulai dari utara (Cappa Ujung) hingga ke jurusan selatan kota. Kemudian dengan melalui proses perkembangan sejarah sedemikian rupa dataran itu dinamakan Kota Parepare.
Kota Blitar
Video berikut memberikan gambaran singkat mengenai Kota Blitar, baik menyangkut sejarah, pariwisata, pembangunan sampai kondisi terkini.
Peta Kota Blitar
Blitar merupakan sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Timur, dengan luas wilayah sekitar 33 km2 dan meliputi Kecamatan Sukorejo, Kepanjenkidul dan Sananwetan yang terbagi dalam 21 kelurahan. Jumlah penduduk Kota Blitar sekitar 150 ribu jiwa. Kota Blitar sangat mengandalkan sumberdaya manusia dan sumberdaya buatan, mengingat potensi sumberdaya alam yang sangat terbatas. Kota ini memerlukan perluasan, misalnya dengan memasukan wilayah Kecamatan Garum, Nglegok, Sanankulon dan Kanigoro yang sebelumnya masuk wilayah Kabupaten Blitar.
View Larger Map
View Larger Map
Wisata Kota Blitar
Sumber : blitarkota.go.id
Map Excursion Guide
About Blitar City
ISTANA GEBANG
Istana Gebang di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Istana Gebang ini merupakan rumah tempat tinggal Keluarga Bung Karno. Bangunan tersebut telah dijadikan museum yang menyimpan benda-benda kenangan semasa hidup Bung Karno dan keluarganya. Dalam pengembangannya tetap mempertahankan bentuk aslinya dan dilengkapi sarana pendukung lainnya.
Map Excursion Guide
About Blitar City
ISTANA GEBANG
Istana Gebang di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Istana Gebang ini merupakan rumah tempat tinggal Keluarga Bung Karno. Bangunan tersebut telah dijadikan museum yang menyimpan benda-benda kenangan semasa hidup Bung Karno dan keluarganya. Dalam pengembangannya tetap mempertahankan bentuk aslinya dan dilengkapi sarana pendukung lainnya.
Kuliner Kota Blitar
Sumber : blitarkota.go.id
SEGO PECEL
Harga hemat, menyehatkan dan dijamin yang makan pasti kenyang. Itulah gambaran orang yang makan nasi pecel. Banyak daerah menjadikan pecel ni sebagai makanan khas daerahnya. Seperti Madiun, Blitar, Nganjuk dan lain sebagainya
SEGO PECEL
Harga hemat, menyehatkan dan dijamin yang makan pasti kenyang. Itulah gambaran orang yang makan nasi pecel. Banyak daerah menjadikan pecel ni sebagai makanan khas daerahnya. Seperti Madiun, Blitar, Nganjuk dan lain sebagainya
Wilayah Kota Blitar
Sumber : blitarkota.go.id
Sekilas
Kota Blitar yang juga dikenal dengan sebutan Kota Patria , Kota Lahar dan Kota Proklamator secara legal-formal didirikan pada tanggal 1 April 1906. Dalam perkembangannya kemudian momentum tersebut ditetapkan sebagai Hari Jadi kota Blitar. Walaupun status pemerintahannya adalah Pemerintah Kota, tidak serta-merta menjadikan mekanisme kehidupan masyarakatnya seperti yang terjadi dikota -kota besar. Memang ukurannya pun tidak mencerminkan sebuah kota yang cukup luas. Level yang dicapai kota Blitar adalah sebuah kota yang masih tergolong antara klasif ikasi kota kecil dan kota besar. Secara faktual sudah bukan kota kecil lagi, tetapi juga belum menjadi kota besar.
Sekilas
Kota Blitar yang juga dikenal dengan sebutan Kota Patria , Kota Lahar dan Kota Proklamator secara legal-formal didirikan pada tanggal 1 April 1906. Dalam perkembangannya kemudian momentum tersebut ditetapkan sebagai Hari Jadi kota Blitar. Walaupun status pemerintahannya adalah Pemerintah Kota, tidak serta-merta menjadikan mekanisme kehidupan masyarakatnya seperti yang terjadi dikota -kota besar. Memang ukurannya pun tidak mencerminkan sebuah kota yang cukup luas. Level yang dicapai kota Blitar adalah sebuah kota yang masih tergolong antara klasif ikasi kota kecil dan kota besar. Secara faktual sudah bukan kota kecil lagi, tetapi juga belum menjadi kota besar.
Visi dan Misi Kota Blitar
Sumber : blitarkota.go.id
Visi
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, pengertian Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.
Visi
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, pengertian Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.
Sejarah Kota Blitar
Sumber : blitarkota.go.id
Pada fase “kepemimpinan” Djoko Kandung, atau Adipati Ariyo Blitar III, pada sekitar tahun 1723 dan di bawah Kerajaan Kartasura Hadiningrat pimpinan Raja Amangkurat, Blitar jatuh ke tangan penjajah Belanda. Karena Raja Amangkurat menghadiahkan Blitar sebagai daerah kekuasaannya kepada Belanda yang dianggap telah berjasa membantu Amangkurat dalam perang saudara termasuk perang dengan Ariyo Blitar III yang berupaya merebut kekuasaannya. Blitar pun kemudian beralih kedalam genggaman kekuasaan Belanda, yang sekaligus mengakhiri eksistensi Kadipaten Blitar sebagai daerah pradikan.
Pada fase “kepemimpinan” Djoko Kandung, atau Adipati Ariyo Blitar III, pada sekitar tahun 1723 dan di bawah Kerajaan Kartasura Hadiningrat pimpinan Raja Amangkurat, Blitar jatuh ke tangan penjajah Belanda. Karena Raja Amangkurat menghadiahkan Blitar sebagai daerah kekuasaannya kepada Belanda yang dianggap telah berjasa membantu Amangkurat dalam perang saudara termasuk perang dengan Ariyo Blitar III yang berupaya merebut kekuasaannya. Blitar pun kemudian beralih kedalam genggaman kekuasaan Belanda, yang sekaligus mengakhiri eksistensi Kadipaten Blitar sebagai daerah pradikan.
Kamis, 29 Agustus 2013
Peta Kota Medan
Medan merupakan kota terbesar di Sumatera, memiliki luas wilayah 265 km2, dengan jumlah penduduk lebih dari 2,1 juta jiwa. Sekitar 33 persen penduduk Kota Medan merupakan etnis Jawa, 21 persen etnis batak, dan selebihnya Tionghoa, Mandailing, Minangkabau, Melayu, Karo, Aceh dan sebagainya. Orang Jawa bermigrasi secara besar-besar ke Medan dan sekitarnya pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20
(id.wikipedia.org/wiki).
View Larger Map
View Larger Map
Wisata Kota Medan
Sumber : www.pemkomedan.go.id
Wisata
ISTANA MAIMON
Istana ini merupakan salah satu objek wisata utama di kota Medan. Istana ini dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah memerintah dari tahun 1873-1924. Arsiteknya TH Van Erp bekerja sebagai tentara KNIL.
TUGU GURU PATIMPUS
Guru Patimpus adalah orang terkenal di Medan. Dia mempunyai sejarah besar sebagai penemu Kota Medan. Berabad-abad yang lalu tepatnya pada tanggal 1 Juli 1560.
Wisata
ISTANA MAIMON
Istana ini merupakan salah satu objek wisata utama di kota Medan. Istana ini dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah memerintah dari tahun 1873-1924. Arsiteknya TH Van Erp bekerja sebagai tentara KNIL.
TUGU GURU PATIMPUS
Guru Patimpus adalah orang terkenal di Medan. Dia mempunyai sejarah besar sebagai penemu Kota Medan. Berabad-abad yang lalu tepatnya pada tanggal 1 Juli 1560.
Visi dan Misi Kota Medan
Sumber : www.pemkomedan.go.id
VISI DAN MISI Secara umum arah dan agenda pembangunan kota mengacu kepada visi :
Jangka Panjang (Visi 2025) → Perda Nomor 8 Tahun 2009 : Kota Medan yang maju, sejahtera, religius dan berwawasan lingkungan (Indikasi : Income perkapita Rp 72 Juta / tahun)
Jangka Menengah (Visi 2015) : Kota Medan menjadi Kota Metropolitan yang berdaya saing, nyaman, peduli dan sejahtera
VISI DAN MISI Secara umum arah dan agenda pembangunan kota mengacu kepada visi :
Jangka Panjang (Visi 2025) → Perda Nomor 8 Tahun 2009 : Kota Medan yang maju, sejahtera, religius dan berwawasan lingkungan (Indikasi : Income perkapita Rp 72 Juta / tahun)
Jangka Menengah (Visi 2015) : Kota Medan menjadi Kota Metropolitan yang berdaya saing, nyaman, peduli dan sejahtera
Sejarah Kota Medan
Sumber Gambar: www.pemkomedan.go.id
1. Medan Tanah Deli
Pada zaman dahulu Kota Medan ini dikenal dengan nama Tanah Deli dan keadaan tanahnya berawa-rawa kurang lebih seluas 4000 Ha. Beberapa sungai melintasi Kota Medan ini dan semuanya bermuara ke Selat Malaka. Sungai-sungai itu adalah Sei Deli, Sei Babura, Sei Sikambing, Sei Denai, Sei Putih, Sei Badra, Sei Belawan dan Sei Sulang Saling/Sei Kera.
1. Medan Tanah Deli
Pada zaman dahulu Kota Medan ini dikenal dengan nama Tanah Deli dan keadaan tanahnya berawa-rawa kurang lebih seluas 4000 Ha. Beberapa sungai melintasi Kota Medan ini dan semuanya bermuara ke Selat Malaka. Sungai-sungai itu adalah Sei Deli, Sei Babura, Sei Sikambing, Sei Denai, Sei Putih, Sei Badra, Sei Belawan dan Sei Sulang Saling/Sei Kera.
Peta Banda Aceh
Kota Banda Aceh merupakan kota kedua yang posisinya di ujung barat Indonesia setelah Kota Sabang, luas wilayahnya hanya 61 km2 terbagi menjadi 9 kecamatan, dengan jumlah penduduk sekitar 225 ribu jiwa.
View Larger Map
View Larger Map
Visi dan Misi Kota Banda Aceh
Sumber : www.bandaacehkota.go.id
Visi
Banda Aceh Model Kota Madani
Misi
1. Meningkatkan Kualitas Pengamalan Agama Menuju Pelaksanaan Syariat Islam Secara Kaffah
Visi
Banda Aceh Model Kota Madani
Misi
1. Meningkatkan Kualitas Pengamalan Agama Menuju Pelaksanaan Syariat Islam Secara Kaffah
Kampus Di Banda Aceh
Sumber : www.bandaacehkota.go.id
Daftar Perguruan Tinggi Di Banda Aceh
1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jl. Sultan Malikussaleh Banda Aceh
2 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Iskandar Tani Jl. Sultan Iskandar Muda, Lambung Banda Aceh
3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPHB Jl. Tgk Hasan Dek No. 230 Jambo Tape Banda Aceh
Daftar Perguruan Tinggi Di Banda Aceh
1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jl. Sultan Malikussaleh Banda Aceh
2 Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Iskandar Tani Jl. Sultan Iskandar Muda, Lambung Banda Aceh
3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPHB Jl. Tgk Hasan Dek No. 230 Jambo Tape Banda Aceh
Sejarah Kota Banda Aceh
Sumber : www.bandaacehkota.go.id
Situs Sejarah
Prastasti Neuseu
Prastasti ini di temukan pertama sekali di pagar sebuah Langgar Neusu Aceh Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh berbentuk "Yopa" berbahasa Tamil kuno berasa dari abad ke 11 Masehi. Parastasti ini di temukan pada tanggal 3 Desember 1990 oleh Ibrahim Kaoy Jabatan sebagai Kakanwil Depdikbud Aceh, Prastasti ini disebut Prastasti Bersurat karena banyak guratan-guratan kecil dan memenuhi batu prastasti itu, mengenai isi dari pesan yang tertulis di batu ini sampai sekarang belum ada data terjemahannya. Prastasti ini bisa menjadi bukti bahwa sebelum kerajaan islam ada di Banda Aceh telah ada beradaban lain atau kerajaan lain yang beragama hindu dan budha.
Situs Sejarah
Prastasti Neuseu
Prastasti ini di temukan pertama sekali di pagar sebuah Langgar Neusu Aceh Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh berbentuk "Yopa" berbahasa Tamil kuno berasa dari abad ke 11 Masehi. Parastasti ini di temukan pada tanggal 3 Desember 1990 oleh Ibrahim Kaoy Jabatan sebagai Kakanwil Depdikbud Aceh, Prastasti ini disebut Prastasti Bersurat karena banyak guratan-guratan kecil dan memenuhi batu prastasti itu, mengenai isi dari pesan yang tertulis di batu ini sampai sekarang belum ada data terjemahannya. Prastasti ini bisa menjadi bukti bahwa sebelum kerajaan islam ada di Banda Aceh telah ada beradaban lain atau kerajaan lain yang beragama hindu dan budha.
Peta Kota Subulussalam
Kota Subulussalam terletak di Aceh Tenggara berbatasan langsung dengan wilayah Sumatera Utara, kota ini memiliki luas wilayah hampir 1.400 km2 dengan jumlah penduduk hanya sekitar 65 ribu jiwa. memperhatikan luas wilayahnya tidak ada satupun kota di Jawa yang dapat menyaingi Subulussalam.
View Larger Map
View Larger Map
Kota Subulussalam
Kota Subulussalam di bentuk berdasarkan undang - undang Nomor 8 tahun 2007, pada tanggal 2 Januari 2007. Kota Subulussalam pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil. Kota Subulussalam memiliki luas daerah 1.391km dan jumlah penduduk 65.000 jiwa yang mendiami 5 (lima) kecamatan yaitu : Kec. Longkip, Kec. Penanggalan, Kec. Rundeng, Kec. Simpang Kiri, Kec. Sultan Daulat dan Terdiri dari 72 desa.
(www.kotasubulussalam.com)
Wilayah Kota Subulussalam
Sumber : www.kotasubulussalam.com
Nama Resmi : Kota Subulussalam
Ibukota : Subulussalam
Luas Wilayah: 1.391 km²
Jumlah Penduduk: 220.737 (2000)
Wilayah Administrasi:Kecamatan : 5
Walikota : Merah Sakti Kombih, SH
Wakil Walikota: H. Affan Alfian Bintang, SE
Alamat Kantor: Jln Teuku Umar Kota Subulussalam, adalah sebuah kota di Provinsi Nanggroe Aceh Subulussalam, Indonesia.
Nama Resmi : Kota Subulussalam
Ibukota : Subulussalam
Luas Wilayah: 1.391 km²
Jumlah Penduduk: 220.737 (2000)
Wilayah Administrasi:Kecamatan : 5
Walikota : Merah Sakti Kombih, SH
Wakil Walikota: H. Affan Alfian Bintang, SE
Alamat Kantor: Jln Teuku Umar Kota Subulussalam, adalah sebuah kota di Provinsi Nanggroe Aceh Subulussalam, Indonesia.
Wisata Kota Palangkaraya
Museum Balanga
Museum ini terletak di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 dengan luas kurang lebih 5 (lima) Ha. Museum ini berada di dalam kota Palangka Raya dan mudah untuk dikunjungi karena dibuka setiap hari dari jam 08.00 – 12.00 WIB, dan ada petugas pemandu.
Kota Salatiga
Salatiga merupakan salah satu kota di Jawa Tengah sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Semarang yang hanya meliputi 4 kecamatan dan 22 kelurahan. Kota ini memiliki potensi wisata yang menarik.
Visi dan Misi Kota Palangkaraya
Sumber : palangkaraya.go.id
V I S I:
“TERWUJUDNYA KOTA PALANGKA RAYA SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN, JASA DAN WISATA BERKUALITAS, TERTATA DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN, MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA, SESUAI FALSAFAH BUDAYA BETANG”
MISI
V I S I:
“TERWUJUDNYA KOTA PALANGKA RAYA SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN, JASA DAN WISATA BERKUALITAS, TERTATA DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN, MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA, SESUAI FALSAFAH BUDAYA BETANG”
MISI
Wilayah Kota Palangkaraya
Sumber : palangkaraya.go.id
Kota Palangka Raya secara geografis terletak pada 113˚30`- 114˚07` Bujur Timur dan 1˚35`- 2˚24` Lintang Selatan, dengan luas wilayah 2.678,51 Km2 (267.851 Ha) dengan topografi terdiri dari tanah datar dan berbukit dengan kemiringan kurang dari 40%. Secara administrasi Kota Palangka Raya berbatasan dengan:
Kota Palangka Raya secara geografis terletak pada 113˚30`- 114˚07` Bujur Timur dan 1˚35`- 2˚24` Lintang Selatan, dengan luas wilayah 2.678,51 Km2 (267.851 Ha) dengan topografi terdiri dari tanah datar dan berbukit dengan kemiringan kurang dari 40%. Secara administrasi Kota Palangka Raya berbatasan dengan:
Sejarah Kota Palangkaraya
Sumber : palangkaraya.go.id
Terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah melalui proses yang cukup panjang sehingga mencapai puncaknya pada tanggal 23 Mei 1957 dan dikuatkan dengan Undang-Undang Darurat Nomor 10 tahun 1957, yaitu tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Sejak saat itu Provinsi Kalimantan Tengah resmi sebagai daerah otonom, sekaligus sebagai hari jadi Provinsi Kalimantan Tengah.
Terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah melalui proses yang cukup panjang sehingga mencapai puncaknya pada tanggal 23 Mei 1957 dan dikuatkan dengan Undang-Undang Darurat Nomor 10 tahun 1957, yaitu tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Sejak saat itu Provinsi Kalimantan Tengah resmi sebagai daerah otonom, sekaligus sebagai hari jadi Provinsi Kalimantan Tengah.
Peta Kota Salatiga
Peta Kota Salatiga (Perbesar)
Salatiga adalah kota kecil di propinsi Jawa Tengah, mempunyai luas wilayah ± 56,78 km², terdiri dari 4 kecamatan, 22 kelurahan, berpenduduk 176.795 jiwa. Terletak pada jalur regional Jawa Tengah yang menghubungkan kota regional Jawa Tengah yang menghubungkan kota Semarang dan Surakarta, mempunyai ketinggan 450-800 meter dai permukaan laut dan berhawa sejuk serta dikelilingi oleh keindahan alam berupa gunung (Merbabu, Telomoyo, Gajah Mungkur). (www.pemkot-salatiga.go.id)
View Larger Map
Salatiga adalah kota kecil di propinsi Jawa Tengah, mempunyai luas wilayah ± 56,78 km², terdiri dari 4 kecamatan, 22 kelurahan, berpenduduk 176.795 jiwa. Terletak pada jalur regional Jawa Tengah yang menghubungkan kota regional Jawa Tengah yang menghubungkan kota Semarang dan Surakarta, mempunyai ketinggan 450-800 meter dai permukaan laut dan berhawa sejuk serta dikelilingi oleh keindahan alam berupa gunung (Merbabu, Telomoyo, Gajah Mungkur). (www.pemkot-salatiga.go.id)
View Larger Map
Wisata Kota Salatiga
Sumber : www.pemkot-salatiga.go.id
1. Agrowisata Salib Putih Jl. Hasanudin Km. 4, Salatiga (Jalan Raya Salatiga - Kopeng). Keindahan, pemandangan, dan kesejukan alam perkebunan. Fasilitas: jogging track, outbound location, perkebunan, peternakan, camping ground, hotspot area, restaurant, dan meeting room.
Wilayah Kota Salatiga
Sumber : www.pemkot-salatiga.go.id
Pada awalnya Kotamadya Salatiga hanya terdiri dari satu kecamatan saja, yaitu Kecamatan Salatiga.
Seiring dengan adanya pemekaran wilayah, Kota Salatiga mendapatkan beberapa tambahan daerah yang berasal dari Kabupaten Semarang. Hingga sekarang, secara administratif Kota Salatiga terdiri dari 4 Kecamatan dan 22 Kelurahan.
Pada awalnya Kotamadya Salatiga hanya terdiri dari satu kecamatan saja, yaitu Kecamatan Salatiga.
Seiring dengan adanya pemekaran wilayah, Kota Salatiga mendapatkan beberapa tambahan daerah yang berasal dari Kabupaten Semarang. Hingga sekarang, secara administratif Kota Salatiga terdiri dari 4 Kecamatan dan 22 Kelurahan.
Sejarah Kota Salatiga
Sumber : www.pemkot-salatiga.go.id
Ada beberapa sumber yang dijadikan dasar untuk mengungkapkan asal-usul Salatiga, yaitu yang berasal dari cerita rakyat, prasasti, maupun penelitian dan kajian yang cukup detail. Dari beberapa sumber tersebut Prasasti Plumpungan-lah yang dijadikan dasar asal-usul Kota Salatiga. Berdasarkan prasasti ini Hari Jadi Kota Salatiga dibakukan, yakni tanggal 24 Juli tahun 750 Masehi ditetapkan dengan Peraturan Daerah Tingkat II Nomor 15 Tahun 1995 Tentang Hari Jadi Kota Salatiga.
Ada beberapa sumber yang dijadikan dasar untuk mengungkapkan asal-usul Salatiga, yaitu yang berasal dari cerita rakyat, prasasti, maupun penelitian dan kajian yang cukup detail. Dari beberapa sumber tersebut Prasasti Plumpungan-lah yang dijadikan dasar asal-usul Kota Salatiga. Berdasarkan prasasti ini Hari Jadi Kota Salatiga dibakukan, yakni tanggal 24 Juli tahun 750 Masehi ditetapkan dengan Peraturan Daerah Tingkat II Nomor 15 Tahun 1995 Tentang Hari Jadi Kota Salatiga.
Peta Kota Cilegon
Kota Cilegon merupakan kota terbesar di kawasan Banten Barat, terletak di pesisir Selat Sunda, memiliki peranan strategis sebagai kota baja dan kota industri. Di Cilegon juga berlokasi pelabuhan penyeberangan menuju Sumatera, yaitu Pelabuhan Merak.
View Larger Map
View Larger Map
Wilayah Kota Cilegon
Sumber : www.cilegon.go.id
LETAK GEOGRAFIS
Kota Cilegon terletak antara 105º54’05” - 106º05’11” Bujur Timur dan 5º52’24” - 6º04’07” Lintang Selatan. Dengan luas 175,50 Km², Kota Cilegon memiliki 8 kecamatan dan 43 kelurahan. Kota Cilegon mempunyai batas-batas wilayah :
LETAK GEOGRAFIS
Kota Cilegon terletak antara 105º54’05” - 106º05’11” Bujur Timur dan 5º52’24” - 6º04’07” Lintang Selatan. Dengan luas 175,50 Km², Kota Cilegon memiliki 8 kecamatan dan 43 kelurahan. Kota Cilegon mempunyai batas-batas wilayah :
Rabu, 28 Agustus 2013
Sejarah Kota Cilegon
Sumber : www.cilegon.go.id
Cilegon pada Masa Sultan Ageng Tirtayasa (Tahun 1651-1672)
Pada Tahun 1651 Cilegon merupakan kampung kecil dibawah kekuasaan Kerajaan Banten pada masa Kerajaan Sultan Ageng Tirtayasa (Th. 1651-1672).
Pada masa itu wilayah Cilegon masih berupa tanah rawa yang belum banyak didiami orang. Namun sejak masa keemasan Kerajaan Banten dibawah Sultan Ageng Tirtayasa dilakukan pembukaan daerah di Serang dan Cilegon yang dijadikan persawahan. Sejak saat itu banyak pendatang yang menetap di Cilegon sehingga masyarakat Cilegon sudah heterogen.
Cilegon pada Masa Sultan Ageng Tirtayasa (Tahun 1651-1672)
Pada Tahun 1651 Cilegon merupakan kampung kecil dibawah kekuasaan Kerajaan Banten pada masa Kerajaan Sultan Ageng Tirtayasa (Th. 1651-1672).
Pada masa itu wilayah Cilegon masih berupa tanah rawa yang belum banyak didiami orang. Namun sejak masa keemasan Kerajaan Banten dibawah Sultan Ageng Tirtayasa dilakukan pembukaan daerah di Serang dan Cilegon yang dijadikan persawahan. Sejak saat itu banyak pendatang yang menetap di Cilegon sehingga masyarakat Cilegon sudah heterogen.
Kuliner Kota Cilegon
Sumber : www.cilegon.go.id
Makanan tradisional cilegon cukup beragam dan sampai sekarang tetap digemari oleh warganya, sekalipun kini banyak makanan instan produk dari luar. Makanan tradisional cilegon memang kurang lebih sama dengan makanan tradisional serang, namun demikian mempunyai cita rasa atau kekhasan tersendiri. Makanan tradisional cilegon antara lain:
Rabeg Cilegon
Makanan tradisional cilegon cukup beragam dan sampai sekarang tetap digemari oleh warganya, sekalipun kini banyak makanan instan produk dari luar. Makanan tradisional cilegon memang kurang lebih sama dengan makanan tradisional serang, namun demikian mempunyai cita rasa atau kekhasan tersendiri. Makanan tradisional cilegon antara lain:
Rabeg Cilegon
Visi dan Misi Kota Cilegon
Sumber : www.cilegon.go.id
VISI
Berpijak pada kondisi saat ini, permasalahan dan tantangan yang dihadapi sampai dengan Tahun 2015 serta mempertimbangkan potensi dan harapan masyarakat Kota Cilegon maka “visi pembangunan Kota Cilegon Tahun 2011-2015” adalah sebagai berikut:
“MASYARAKAT CILEGON SEJAHTERA MELALUI DAYA DUKUNG INDUSTRI, PERDAGANGAN DAN JASA”
VISI
Berpijak pada kondisi saat ini, permasalahan dan tantangan yang dihadapi sampai dengan Tahun 2015 serta mempertimbangkan potensi dan harapan masyarakat Kota Cilegon maka “visi pembangunan Kota Cilegon Tahun 2011-2015” adalah sebagai berikut:
“MASYARAKAT CILEGON SEJAHTERA MELALUI DAYA DUKUNG INDUSTRI, PERDAGANGAN DAN JASA”
Potensi Investasi Kota Tangerang Selatan
Kota Tangerang Selatan terus mengalami perkembangan dan berusaha mensejajarkan diri dengan daerah tetangganya Kota Jakarta Selatan dan Kota Depok, daerah ini menjadi salah satu tujuan investasi yang sangat menarik. Kota Tangerang Selatan yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Tangerang terletak di bagian paling timur Provinsi Banten.
Peta Kota Tangerang Selatan
Kota Tangerang Selatan diresmikan tahun 2008, memiliki luas 147 km2 dengan jumlah penduduk 1,3 juta jiwa. Kota Tangerang Selatan dibagi tujuh kecamatan yaitu Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur dan Pamulang. Di kota ini banyak berdiri komplek perumahan dari yang paling mewah sampai paling sederhana; puluhan pusat perbelanjaan dan puluhan perguruan tinggi.
Peta Kota Bima
Kota Bima memiliki luas wilayah 222 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 150 ribu jiwa. Posisi Kota Bima berada di bagian timur Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Mayoritas penduduk Kota Bima ialah suku Bima, suku lainnya yang ada di Bima ialah Jawa, Sunda, Timor, Flores, Bugis, Bajo, Madura, Sasak (Lombok), Bali, Minang dan Batak.
View Larger Map
View Larger Map
Wisata Kota Bima
Sumber : bimakota.go.id
Karena posisinya yang terletak di tengah-tengah segitiga emas tujuan pariwisata nasional, yaitu Bali, Pulau Komodo, dan Bunaken, Kota Bima memiliki fungsi strategis sebagai kota transit. Namun lebih dari itu, Kota Bima sendiri memiliki berbagai potensi pariwisata untuk ditawarkan, khususnya wisata alam.
Visi pembangunan bidang pariwisata adalah “Mendorong Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Kepariwisataan Yang Berwawasan Budaya, Ramah Lingkungan dan Melibatkan Peran Serta Masyarakat Luas”.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ada 3 kebijakan yang diambil, yaitu:
Karena posisinya yang terletak di tengah-tengah segitiga emas tujuan pariwisata nasional, yaitu Bali, Pulau Komodo, dan Bunaken, Kota Bima memiliki fungsi strategis sebagai kota transit. Namun lebih dari itu, Kota Bima sendiri memiliki berbagai potensi pariwisata untuk ditawarkan, khususnya wisata alam.
Visi pembangunan bidang pariwisata adalah “Mendorong Pengembangan dan Peningkatan Kualitas Kepariwisataan Yang Berwawasan Budaya, Ramah Lingkungan dan Melibatkan Peran Serta Masyarakat Luas”.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ada 3 kebijakan yang diambil, yaitu:
Visi dan Misi Kota Bia
Sumber : bimakota.go.id
Visi Kota Bima
Rumusan umum tujuan pembangunan Kota Bima untuk jangka waktu 20 tahun (2008-2028) di tuangkan dalam visi Kota Bima sebagai berikut :
“ Mewujudkan Kota Bima yang Sejahtera, Maju dan Mandiri pada tahun 2028”
Dengan rumusan visi tersebut di atas, dalam kurun waktu 20 tahun (duapuluh) tahun ke depan, diharapkan kondisi Kota Bima akan mengalami perubahan secara signifikan dengan ditandai oleh :
Visi Kota Bima
Rumusan umum tujuan pembangunan Kota Bima untuk jangka waktu 20 tahun (2008-2028) di tuangkan dalam visi Kota Bima sebagai berikut :
“ Mewujudkan Kota Bima yang Sejahtera, Maju dan Mandiri pada tahun 2028”
Dengan rumusan visi tersebut di atas, dalam kurun waktu 20 tahun (duapuluh) tahun ke depan, diharapkan kondisi Kota Bima akan mengalami perubahan secara signifikan dengan ditandai oleh :
Sejarah Kota Bima
Sumber : bimakota.go.id
Bima atau yang disebut juga dengan Dana Mbojo telah mengalami perjalanan panjang dan jauh mengakar ke dalam Sejarah. Menurut Legenda sebagaimana termaktub dalam Kitab BO (Naskah Kuno Kerajaan dan Kesultanan Bima), kedatangan salah seorang musafir dan bangsawan Jawa bergelar Sang Bima di Pulau Satonda merupakan cikal bakal keturunan Raja-Raja Bima dan menjadi permulaan masa pembabakan Zaman pra sejarah di tanah ini. Pada masa itu, wilayah Bima terbagi dalam kekuasaan pimpinan wilayah yang disebut Ncuhi. Nama para Ncuhi terilhami dari nama wilayah atau gugusan pegunungan yang dikuasainya.
Bima atau yang disebut juga dengan Dana Mbojo telah mengalami perjalanan panjang dan jauh mengakar ke dalam Sejarah. Menurut Legenda sebagaimana termaktub dalam Kitab BO (Naskah Kuno Kerajaan dan Kesultanan Bima), kedatangan salah seorang musafir dan bangsawan Jawa bergelar Sang Bima di Pulau Satonda merupakan cikal bakal keturunan Raja-Raja Bima dan menjadi permulaan masa pembabakan Zaman pra sejarah di tanah ini. Pada masa itu, wilayah Bima terbagi dalam kekuasaan pimpinan wilayah yang disebut Ncuhi. Nama para Ncuhi terilhami dari nama wilayah atau gugusan pegunungan yang dikuasainya.
Selasa, 27 Agustus 2013
Peta Kota Gorontalo
Gorontalo merupakan sebuah kota yang menjadi ibukota Provinsi Gorontalo, sebuah provinsi hasil pemekaran dari Sulawesi Utara. Kota Gorontalo memiliki luas wilayah sekitar 66 km2, dengan jumlah penduduk kurang dari 200 ribu jiwa, meliputi Kecamatan Kecamatan Kota Selatan, Kota Utara, Kota Barat, Kota Timur, Kota Tengah, Dungingi, Dumbo Raya, Hulonthalangi, dan Sipatana.
Langganan:
Postingan (Atom)

