Tampilkan postingan dengan label Bukittinggi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bukittinggi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Oktober 2014

Kota Bukittinggi

Kota Bukittinggi merupakan salah satu dari tujuh kota otonom di Provinsi Sumatera Barat, wilayahnya dikeliling oleh wilayah Kabupaten Agam, sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Tilatang Kamang dan Matur; sebelah timur dengan Kecamatan IV Angkat Candung; sebelah selatan dengan Kecamatan Banuhampa; dan sebelah barat dengan Kecamatan IV Koto.

Kecamatan
Luas (Km2)
Penduduk
Kepadatan
Guguk Panjang
6,83
43.457
6.362
Mandiangin Koto Selayan
12,16
48.461
3.987
Aur Bilugo Tigo Boleh
6,25
26.342
4.213
Bukittinggi
25,24
118.260
4.686

  Sumber : BPS Kota Bukittinggi , 2014

Sabtu, 25 Januari 2014

Peta Kota Bukittinggi

Bukittinggi hanyalah sebuah kota kecil di Pulau Sumatera (sebagai gambaran luas Kota Padang mencapai 27,5 kali Kota Bukittinggi), namun kota ini memiliki nama besar antara lain karena pernah menjadi ibu kota Repbublik Indonesia, selain itu beberapa tokoh nasional lahir di kota ini. Keindahan Kota Bukittinggi dengan jam gadangnya terkenal sampai ke manca negara.  Berikut peta Kota Bukittinggi :

Nuansa Kota Bukittinggi

Kota Bukittinggi menyimpan sejarah panjang berdirinya Republik Indonesia, kota ini pernah menyandang status ibu kota negara, yaitu pada masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia. Kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat ini memiliki luas wilayah 25,24 km2 dengan jumlah penduduk 110.954 jiwa (Sensus Penduduk 2010). Berikut nuansa Kota Bukittinggi :


Minggu, 25 Agustus 2013

Sejarah Kota Bukittinggi

Sumber : www.bukittinggikota.go.id


View Larger Map

Bukittinggi dalam kehidupan ketatanegaraan semenjak zaman penjajahan Belanda, zaman penjajahan Jepang serta zaman kemerdekaan dengan berbagai variasinya tetap merupakan pusat Pemerintahan Sumatera bahagian Tengah maupun Sumatera secara keseluruhan, bahkan Bukittinggi pernah berperan sebagai Pusat Pemerintahan Republik Indonesia setela Yogyajarta diduduki Belanda dari bulan Desember 1948 sampai dengan bulan Juni 1949.