Sawahlunto merupakan salah satu kota tertua di Indonesia, berdiri sejak tahun 1888, sebelumnya lebih dikenal sebagai kota tambang batubara. Saat ini lebih dikenal sebagai kota wisata, terutama karena banyak terdapat bangunan tua peninggalan Belanda. Peta Kota Aawahlunto klik dan perbesar.
Sumber :
https://munirtaher.files.wordpress.com/2008/09/swl-a4.jpg
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Sawahlunto
Tampilkan postingan dengan label Sawahlunto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sawahlunto. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 11 Oktober 2014
Kota Sawahlunto
Kota Sawahlunto merupakan salah satu dari tujuh kota otonom yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Wilayah Kota Sawahlunto dikelilingi oleh wilayah Kabupaten Tanah Datar di sebelah utara; Kabupaten Sijunjung di sebelah timur; serta Kabupaten Solok di sebelah selatan dan barat. Luas Kota Sawahlunto 273,45 km2 dengan jumlah penduduk tahun 2013 sebanyak 58.972 jiwa, sehingga kepadatang penduduknya 216 jiwa per km2, tersebar di 10 kelurahan dan 27 desa.
|
Kecamatan
|
Luas (Km2)
|
Penduduk
|
Kepadatan
|
|
Silungkang
|
32,93
|
10.637
|
323
|
|
Lembah Segar
|
52,58
|
12.206
|
232
|
|
Barangin
|
88,55
|
17.681
|
200
|
Senin, 02 September 2013
Sawahlunto Kota Idaman
Kota Sawahlunto merupakan salah satu kota tertua di Pulau Sumatera, saat ini dikenal sebagai kota wisata tambang. Saat ini kota otonom tersebut memiliki luas wilayah sekitar 275 km2. Berikut sekilas gambaran mengenai sejarah dan perkembangan Kota Sawahlunto.
Peta Kota Sawahlunto
Sawahlunto merupakan sebuah kota kecil namum eksotik, kota ini bernilai sejarah tinggi, terutama karena keterkaitannya dengan sejarah pertambangan, khususnya batubara di Indonesia. Sawahlunto sudah eksis sejak akhir abad ke 19, yaitu setelah dimulainya pertambangan batubara oleh pemerintahan Hindia Belanda. Saat ini kota yang berpenduduk sekitar 60 ribu jiwa tersebut menjadi salah satu kota tujuan wisata yang cukup penting.
View Larger Map
View Larger Map
Mesjid Raya Sawahlunto
Sumber : www.sawahluntokota.go.id
Pada tahun 1894 dibangun pusat enegi listrik PLTU (power plan) di Kubang Sirakuak untuk menggerrakan berbagai mesin mempercepat proses penambangan dan pengangkutan batubara. Setelah dibangun penggantinya tahun 1924 di Salak, sejak itu bekas PLTU di Kubang Sirakuak mengalami berbagai peralihan fungsi. Tempat ini pernah menjadi gudang dan perakitan senjata dimasa revolusi dimana terdapat bungker yang dipergunakan oleh para pejuang kemerdekaan sebagai tempat penyimpanan senjata seperti granat senjata api lainnya.
Pada tahun 1894 dibangun pusat enegi listrik PLTU (power plan) di Kubang Sirakuak untuk menggerrakan berbagai mesin mempercepat proses penambangan dan pengangkutan batubara. Setelah dibangun penggantinya tahun 1924 di Salak, sejak itu bekas PLTU di Kubang Sirakuak mengalami berbagai peralihan fungsi. Tempat ini pernah menjadi gudang dan perakitan senjata dimasa revolusi dimana terdapat bungker yang dipergunakan oleh para pejuang kemerdekaan sebagai tempat penyimpanan senjata seperti granat senjata api lainnya.
Wilayah Kota Sawahlunto
Sumber : www.sawahluntokota.go.id
WILAYAH
Kota Sawahlunto dikenal sebagai kota tambang dengan luas wilayah 27.345 Ha atau 273.45 Km2. Secara administrasi terdiri dari 4 Kecamatan, 10 Kelurahan dan 27 desa. Jarak dari Kota Sawahlunto ke Kota Padang (Ibu Kota Propinsi) adalah 95 km yang dapat dicapai melalui jalan darat dengan kondisi baik dalam waktu 2 jam dengan kendaraan roda empat.Dari luas wilayahnya, yang terluas yakni Kecamatan Talawi dengan 9.939 Ha, disusul Kecamatan Barangin 8.854,7 Ha Kecamatan Lembah Segar dengan 5.528 Ha dan terakhir Kecamatan Silungakang dengan luas 3.293 Ha.
WILAYAH
Kota Sawahlunto dikenal sebagai kota tambang dengan luas wilayah 27.345 Ha atau 273.45 Km2. Secara administrasi terdiri dari 4 Kecamatan, 10 Kelurahan dan 27 desa. Jarak dari Kota Sawahlunto ke Kota Padang (Ibu Kota Propinsi) adalah 95 km yang dapat dicapai melalui jalan darat dengan kondisi baik dalam waktu 2 jam dengan kendaraan roda empat.Dari luas wilayahnya, yang terluas yakni Kecamatan Talawi dengan 9.939 Ha, disusul Kecamatan Barangin 8.854,7 Ha Kecamatan Lembah Segar dengan 5.528 Ha dan terakhir Kecamatan Silungakang dengan luas 3.293 Ha.
Sejarah Kota Sawahlunto
Sumber : www.sawahluntokota.go.id
Sawahlunto adalah salah satu diantara sejumlah kota yang terletak di kawasan Bukit Barisan di Sumatera Barat, tetapi mempunyai riwayat kehadiran yang berbeda dengan kota lain tersebut.
Kota seperti Bukit Tinggi, Batusangkar, Payakumbuh, Padang Panjang dan Solok terbentuk oleh perkembangan komunitas Minang, sedangkan Sawahlunto oleh usaha tambang pada zaman pemerintahan Belanda tahun 1888, Sawahlunto mulai menjadi mukiman pekerja tambang ketika uang sebesar 5,5 juta golden ditanamkan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk membangun berbagai fasilitas pengusahaan tambang batubara Ombilin, Mukiman ini terus berkembang mejadi sebuah kota kecil dengan penduduk yang intinya adalah pegawai dan pekerja tambang.
Sawahlunto adalah salah satu diantara sejumlah kota yang terletak di kawasan Bukit Barisan di Sumatera Barat, tetapi mempunyai riwayat kehadiran yang berbeda dengan kota lain tersebut.
Kota seperti Bukit Tinggi, Batusangkar, Payakumbuh, Padang Panjang dan Solok terbentuk oleh perkembangan komunitas Minang, sedangkan Sawahlunto oleh usaha tambang pada zaman pemerintahan Belanda tahun 1888, Sawahlunto mulai menjadi mukiman pekerja tambang ketika uang sebesar 5,5 juta golden ditanamkan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk membangun berbagai fasilitas pengusahaan tambang batubara Ombilin, Mukiman ini terus berkembang mejadi sebuah kota kecil dengan penduduk yang intinya adalah pegawai dan pekerja tambang.
Visi dan Misi Kota Sawahlunto
Sumber : www.sawahluntokota.go.id
Berdasarkan Perda Nomor 2 tahun 2001
VISI KOTA :
” SAWAHLUNTO TAHUN 2020 MENJADI KOTA WISATA TAMBANG YANG BERBUDAYA”
MISI KOTA SAWAHLUNTO :
Berdasarkan visi kota tersebut, maka ditetapkan visi pemerintah kota untuk lima tahun kedepan (2008-2013) yaitu :
” Terwujudnya Sawahlunto Menjadi Tempat Yang Lebih Baik Untuk Hidup, Berusaha dan Dikunjungi, Menuju Kota Wisata Tambang ”.
Berdasarkan Perda Nomor 2 tahun 2001
VISI KOTA :
” SAWAHLUNTO TAHUN 2020 MENJADI KOTA WISATA TAMBANG YANG BERBUDAYA”
MISI KOTA SAWAHLUNTO :
Berdasarkan visi kota tersebut, maka ditetapkan visi pemerintah kota untuk lima tahun kedepan (2008-2013) yaitu :
” Terwujudnya Sawahlunto Menjadi Tempat Yang Lebih Baik Untuk Hidup, Berusaha dan Dikunjungi, Menuju Kota Wisata Tambang ”.
Langganan:
Postingan (Atom)

