Tampilkan postingan dengan label Makassar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makassar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Juni 2014

Kota Makassar

Kota Makassar yang sempat menyandang nama Ujung Pandang, merupakan kota otonom yang berstatus sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Selatan. Makassar merupakan kota terbesar di Indonesia bagian timur. Kota  Makassar meliputi  14 kecamatan dan 143 kelurahan.  Keempat belas kecamatan tersebut ialah Makassar, Mariso, Mamajang, Tamalate, Rappocini, Ujung Pandang, Wajo, Bontoala, Ujung Tanah,
Tallo, Panakkukang, Manggala, Biringkanaya dan Tamalanrea. Tujuh kecamatan di antaranya berbatasan dengan Selat Makassar,  yaitu kecamatan Tamalate, Mariso, Wajo, Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea dan Biringkanaya.

Senin, 26 Agustus 2013

Peta Kota Makassar

Makassar merupakan kota terbesar di Indonesia bagian timur. Perkembangannya begitu pesat, saat ini sudah terbentuk menjadi metropolitian dengan infrastruktur perkotaan yang lengkap, mulai dari pusat perbelanjaan, pusat pendidikan, sampai bandara bertaraf internasional.


View Larger Map

Wisata Kota Makassar

Sumber : makassarkota.go.id

Fort Roterdam

Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan. Seorang wartawan New York Times, Barbara Crossette pernah menggambarkan benteng ini sebagai “the best preserved Dutch fort in Asia”. Pada awalnya benteng ini disebut Benteng Jumpandang (Ujung Pandang).

Kuliner Kota Makassar

Sumber : makassarkota.go.id

COTO MAKASSAR

Masakan khas daerah berupa sop berkuah dengan bahan-bahan dasar yang terdiri dari usus, hati, otak, daging sapi atau kuda, dimasak dengan bumbu sereh, laos, ketumbar, jintan, bawang merah, bawang putih, garam yang sudah dihaluskan, daun salam, jeruk nipis, dan kacang. Pada umumnya Coto Makassar disajikan/dimakan bersama ketupat.

Sejarah Kota Makassar

Sumber : makassarkota.go.id

Awal Kota dan bandar makassar berada di muara sungai Tallo dengan pelabuhan niaga kecil di wilayah itu pada penghujung abad XV. Sumber-sumber Portugis memberitakan, bahwa bandar Tallo itu awalnya berada dibawah Kerajaan Siang di sekitar Pangkajene, akan tetapi pada pertengahan abad XVI, Tallo bersatu dengan sebuah kerajaan kecil lainnya yang bernama Gowa, dan mulai melepaskan diri dari kerajaan Siang, yang bahkan menyerang dan menaklukan kerajaan-kerajaan sekitarnya.